Berita

Bangkit Pasca Gempa, SMP Negeri 1 Ende Selatan Kembali Gelar Pembelajaran Normal

Ende Selatan, 14 September 2026 — Setelah hampir satu bulan melakukan berbagai penyesuaian akibat gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang terjadi pada 15 Agustus 2026, SMP Negeri 1 Ende Selatan akhirnya kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara normal pada Senin, 14 September 2026. Gempa yang berpusat di wilayah Nagekeo tersebut membuat kegiatan pembelajaran di sekolah harus dihentikan sementara demi keselamatan siswa dan seluruh warga sekolah.

Pasca gempa, pihak SMP Negeri 1 Ende Selatan meliburkan kegiatan sekolah hingga 28 Agustus 2026. Masa tersebut dimanfaatkan untuk memberikan waktu kepada siswa, guru, dan warga sekolah untuk memulihkan kondisi setelah bencana sekaligus memastikan lingkungan sekolah tetap aman untuk digunakan kembali.

Setelah masa libur berakhir, siswa mulai kembali ke sekolah pada 31 Agustus hingga 5 September 2026. Namun, kegiatan belajar mengajar belum langsung dilaksanakan seperti biasanya. Pada tahap awal ini, sekolah lebih memfokuskan kegiatan pada mitigasi bencana gempa dan trauma healing.

Kegiatan mitigasi diberikan kepada siswa sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Para siswa mendapatkan pemahaman mengenai tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi gempa, baik sebelum, saat, maupun setelah gempa berlangsung.

Selain mitigasi, sekolah juga melaksanakan kegiatan trauma healing. Kegiatan ini dilakukan untuk membantu siswa mengatasi rasa takut dan cemas yang muncul setelah mengalami bencana gempa. Dengan adanya kegiatan tersebut, siswa diharapkan dapat kembali merasa aman dan siap untuk mengikuti aktivitas sekolah.

Kegiatan mitigasi dan trauma healing dilaksanakan di lapangan upacara SMP Negeri 1 Ende Selatan serta di teras-teras kelas yang berada dekat dengan lapangan upacara. Tempat tersebut digunakan agar kegiatan dapat berlangsung dengan kondisi yang lebih terbuka dan tetap memperhatikan faktor keselamatan siswa.

Memasuki 7 September 2026, pihak sekolah mulai mengaktifkan kembali kegiatan belajar mengajar secara bertahap. Pembelajaran dilaksanakan menggunakan sistem shift sebagai bentuk penyesuaian selama masa pemulihan. Meskipun menggunakan sistem tersebut, siswa tetap belajar di dalam ruang kelas karena kondisi ruang kelas SMP Negeri 1 Ende Selatan tidak mengalami kerusakan yang parah.

Penerapan sistem shift menjadi tahap penting dalam proses kembalinya kegiatan pendidikan di sekolah. Guru dan siswa secara perlahan mulai menyesuaikan diri dengan kegiatan belajar mengajar setelah sebelumnya mengikuti kegiatan mitigasi dan trauma healing.

Setelah melalui beberapa tahap pemulihan, pada 14 September 2026 SMP Negeri 1 Ende Selatan akhirnya kembali menerapkan sistem pembelajaran normal. Kegiatan belajar dimulai pada pukul 07.00 dan berakhir pada pukul 13.00. Siswa kembali mengikuti pelajaran sesuai jadwal, sementara guru kembali menjalankan kegiatan mengajar seperti sebelum terjadinya gempa.

 

Kembalinya pembelajaran secara normal menjadi langkah penting bagi SMP Negeri 1 Ende Selatan dalam memulihkan kegiatan pendidikan pascabencana. Pengalaman tersebut tidak hanya mengajarkan pentingnya pendidikan, tetapi juga meningkatkan kesadaran siswa dan guru mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang terjadi pada 15 Agustus 2026 menjadi pengalaman yang tidak mudah bagi warga sekolah. Namun, melalui berbagai tahapan pemulihan, mulai dari masa libur, kegiatan mitigasi dan trauma healing, sistem shift, hingga akhirnya kembali ke pembelajaran normal, SMP Negeri 1 Ende Selatan menunjukkan semangat untuk bangkit dan melanjutkan proses pendidikan.di